Waktu Terbaik Memberikan Training Persiapan Pensiun Karyawan

Oleh Andreas Hartono, CFP · 4 menit baca

Waktu Terbaik Training Persiapan Pensiun

Pengalaman saya selama lebih dari 15–16 tahun mengajar dan mengedukasi perencanaan keuangan mengajarkan satu hal menarik: kebanyakan perusahaan baru heboh memikirkan pembekalan pensiun pas karyawannya udah mau balik nama jadi pensiunan bulan depan!

Sering banget saya dapat orderan dari teman-teman HRD atau manajemen perusahaan buat mengisi training persiapan pensiun untuk karyawan yang usianya sudah menginjak 55 tahun. Padahal, kalau mau jujur-jujuran nih, ngasih pembekalan di usia 55 tahun itu sebenarnya udah telat banget!

1. Usia 55 Tahun: Sudah “Kasep” dan Serba Terbatas

Kenapa saya bilang telat? Di usia 55 tahun, masa pensiun karyawan tinggal hitungan bulan atau bahkan minggu. Di titik ini, sebagai perencana keuangan, jujur aja saya enggak bisa berbuat banyak. Hal terbaik yang paling bisa kita fasilitasi buat mereka cuma dua hal:

  1. Mengelola uang pesangon dengan sangat bijaksana supaya enggak cepat ludes.
  2. Memanfaatkan aset/investasi yang ada untuk menopang sisa hari tua.

Masalah paling ngenes yang sering saya temui di lapangan? Kebanyakan peserta di usia ini aset investasinya relatif minim, bahkan cenderung enggak punya sama sekali! Akhirnya, program Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang niatnya baik dari perusahaan malah terasa hambar.

Bahkan di antara sesama praktisi dan peserta kelas saya, ada selentingan atau guyonan satir yang bilang kalau MPP di usia 55 itu bukan Masa Persiapan Pensiun, tapi ‘Masa Mati Pelan-Pelan’. Seram kan? Tapi ya begitulah kenyataannya kalau dana pensiun belum siap padahal waktu kerja tinggal beberapa minggu lagi.

Bukan Anda yang memutuskan program pelatihan di kantor? Lihat kelas mandiri di akuikut.id →

2. Usia 50 Tahun: Masih Ada Lampu Hijau (Napas 5 Tahun)

Nah, belakangan ini mulai ada tren yang bagus nih dari beberapa perusahaan. Banyak HRD yang sudah mulai sadar dan menggeser program pembekalan pensiun ke karyawan usia 50 tahun (atau 45 tahun). Menurut saya, ini langkah yang jauh lebih oke dibanding nunggu mereka umur 55 tahun.

Kenapa usia 50 tahun jauh lebih manusiawi dan efektif?

  • Masih punya napas 5 tahun: Kita enggak bicara pensiun besok subuh, tapi masih ada jeda 5–6 tahun. Artinya, kita masih sempat menghitung dengan tenang berapa dana pensiun yang sebetulnya mereka butuhkan sampai masa harapan hidup nanti.
  • Bisa menata ulang aset & investasi: Waktu 5 tahun itu lumayan banget buat muterin uang dan mengoptimalkan portofolio investasi mereka.
  • Ada waktu buat “pemanasan” berwirausaha: Kalau dari hitung-hitungan ternyata dana pensiunnya belum cukup, karyawan masih punya waktu 5 tahun buat ancang-ancang. Mau buka usaha apa? Modalnya berapa? Mereka bisa mulai belajar, ngasah skill, nambah pengalaman, sampai tes pasar tanpa harus panik.

3. Usia 25 Tahun / Sedini Mungkin: The Golden Rule Buat Perusahaan!

Tapi kalau HRD atau manajemen nanya ke saya, “Biar investasi training perusahaan efektif, kapan sih waktu terbaik training persiapan pensiun untuk karyawan itu PALING IDEAL diberikan?”

Jawabannya sederhana: SEDINI MUNGKIN! Bahkan yang paling ideal justru diberikan saat karyawan masih di usia 25 tahun atau saat pertama kali mereka masuk ke perusahaan (first jobber).

Mungkin ada HRD yang nyeletuk, “Hah? Anak umur 20-an dikasih training pensiun? Nanti mereka kabur dong, Mas?” Jawabannya: justru enggak sama sekali!

Kenapa Perusahaan Perlu Edukasi Pensiun Sejak Karyawan Masih Muda? Mempersiapkan dana pensiun di usia 20-an atau 30-an itu jauh lebih ringan, simpel, dan enggak menyiksa dompet mereka. Keajaiban bunga berbunga (compound interest) dan waktu yang panjang bakal bekerja maksimal buat mereka.

Saat karyawan baru join, di situlah momentum terbaik perusahaan buat membekali mereka dengan financial wellness. Ajarkan mereka cara ngelola cash flow harian dan gimana menyisihkan dana pensiun dari gaji pertama mereka. Karyawan yang keuangan pribadinya sehat dan bebas dari financial stress terbukti jauh lebih produktif dan loyal sama perusahaan!

Kesimpulan: Jangan Nunggu Karyawan Panik Baru Panggil Trainer!

Mempersiapkan masa pensiun itu bukan soal seberapa dekat karyawan kita dengan umur 55, tapi seberapa cepat perusahaan memfasilitasi mereka untuk melangkah.

Buat teman-teman HRD dan manajemen perusahaan, yuk ubah pola pikir program pensiun di tempat kerja kita. Jangan tunggu karyawan masuk usia 55 tahun dan cuma bisa gigit jari. Yuk, bantu mereka siapkan pensiun sedini mungkin lewat edukasi perencanaan keuangan yang tepat!

Untuk diskusi lebih lanjut terkait kebutuhan training persiapan pensiun di perusahaan kamu silakan bisa klik Training Persiapan Pesiun atau klik tombol WA di samping ya. Sampai ketemu dengan saya Andreas Hartono, CFP di perusahaan kamu.

Artikel lainnya

Masalah Uang & Keuangan

Sejak tahun 2010 ketika saya mengajar training tentang perencanaan keuangan, saya sering bertanya ke peserta training, “Apakah kamu punya masalah uang dan keuangan?” Jawabannya?…

Baca artikel →