Lembar Kerja Peserta · Masa Persiapan Pensiun

Mapping Perencanaan Pensiun

Diisi bersama di kelas. Semua asumsi di lembar ini adalah angka yang Anda sepakati sendiri setelah melihat datanya — bukan angka yang diberikan. Tidak ada data yang dikirim ke server; isian hanya tersimpan di perangkat Anda sendiri.

Isian tersimpan otomatis di ponsel Anda sendiri — tidak dikirim ke mana pun dan tidak bisa dilihat siapa pun. Menutup halaman tidak menghapusnya.
Langkah pembuka · sebelum Langkah 1

Cek keuangan hari ini

Sebelum menghitung pensiun, kita potret dulu keadaan sekarang. Angka di halaman ini tidak ikut ke perhitungan pensiun — ia menjawab pertanyaan yang berbeda: sehat atau tidak.

Neraca

💵 Uang Tunai & TabunganUang yang mudah diambil
Uang tunai
Rp
Tabungan
Rp
Deposito
Rp
Lainnya
Rp
SubtotalRp 0
🏠 Harta PribadiYang dipakai sehari-hari
Perhiasan / emas
Rp
Rumah yang ditempati
Rp
Motor
Rp
Mobil
Rp
Lainnya
Rp
SubtotalRp 0
📈 Harta InvestasiYang menghasilkan / bertumbuh
Tanah / properti disewakan
Rp
Emas / logam mulia
Rp
Obligasi (ORI / Sukuk)
Rp
Reksadana
Rp
Saham
Rp
Bisnis / usaha sampingan
Rp
Lainnya
Rp
SubtotalRp 0
💳 Utang & PinjamanSisa yang belum lunas
Sisa utang motor / mobil
Rp
Sisa utang rumah (KPR)
Rp
Sisa pinjaman koperasi / kantor
Rp
Sisa kartu kredit / paylater
Rp
Sisa utang lainnya
Rp
SubtotalRp 0
📅 Anggaran BulananRata-rata sebulan belakangan ini
Total pemasukan
Rp
Total pengeluaran termasuk tabungan & cicilan
Rp
Tabungan rutin per bulan
Rp
Cicilan utang per bulan
Rp
Sisa tiap bulanRp 0
Kekayaan bersih
Rp 0
Total harta dikurangi total utang
Langkah 1 dari 6

Berapa yang Anda butuhkan

Empat angka: kapan berhenti, sampai kapan hidup, seberapa cepat harga naik, dan berapa yang keluar tiap bulan. Isi setelah kita bahas datanya bersama di kelas, dan tuliskan alasannya di kolom kecil — supaya enam bulan lagi Anda masih ingat kenapa angkanya sekian.

Waktu

Usia harapan hidup yang dipakai di sini bukan angka harapan hidup saat lahir. Yang relevan adalah perkiraan usia yang bisa dicapai oleh orang yang sudah sampai di usia pensiun — angkanya selalu lebih tinggi.

thn
thn
thn
Merencanakan terlalu pendek jauh lebih mahal daripada terlalu panjang.
Masa persiapan
6 tahun
Masa pensiun
29 tahun

Dua angka asumsi

Hanya dua, dan keduanya menggerakkan seluruh lembar. Asumsi imbal hasil untuk tiap pos investasi Anda diisi nanti di tempatnya masing-masing, bukan di sini.

%/thn
%/thn
Isi angka bersih yang benar-benar Anda terima, sesudah pajak. Tidak perlu dikalikan apa pun lagi di sini.
Angka neto, bukan angka papan bunga. Bunga deposito kena pajak final 20% — deposito 3,75% di papan bank berarti 3% neto, dan 3% itulah yang diisi. Imbal hasil sesudah pensiun wajar lebih rendah dari sekarang: profil risikonya turun.

Biaya hidup per bulan, dalam rupiah hari ini

Pertanyaannya sederhana: kalau Anda pensiun hari ini, berapa yang benar-benar keluar tiap bulan? Jangan dihitung sebagai persentase gaji — cukup jawab apa adanya.

Rp
Makan, listrik, transportasi, rumah tangga, sosial, kesehatan.
Sudah termasuk kesehatan? Premi asuransi yang selama ini dibayar kantor akan jadi tanggungan Anda sendiri setelah pensiun. Tambahkan preminya, plus yang tidak ditanggung asuransi: selisih kelas, obat rutin, kontrol berkala, gigi, kacamata. Lupa memasukkan Rp 500 ribu saja menggeser hasil akhir sekitar Rp 200 juta.
Biaya bulan pertama pensiun
Rupiah tahun Anda pensiun
Biaya bulan terakhir
Di usia harapan hidup
Kebutuhan dana pensiun Anda
Kalau setelah pensiun tidak ada satu rupiah pun yang masuk lagi. Langkah berikutnya menguranginya.
Langkah 2 dari 6

Selagi masih produktif

Selama Anda masih produktif, masih ada penghasilan yang bisa disisihkan. Ini jendela terakhir — dan lebarnya sudah ditentukan di Langkah 1.

Setoran rutin sampai pensiun

Isi yang sudah berjalan sekarang, bukan yang direncanakan setelah kelas ini. Rencana barunya keluar di Langkah 6.

Rp
%/thn
thn
Rp
%/thn
thn
Durasinya boleh berbeda. Kolom tahun terisi otomatis mengikuti masa persiapan di Langkah 1 (6 tahun), tapi bisa Anda ubah — dan sering memang harus. Contoh nyata: perusahaan yang pensiunnya usia 55 tetapi tetap membayar gaji penuh setahun sesudahnya tanpa bonus tahunan. Usia pensiun diisi 56, setoran bulanan tetap 6 tahun, setoran tahunan hanya 5 tahun.
Terkumpul dari setoran rutin sampai hari pensiun
 
Langkah 3 dari 6

Apakah dana Anda cukup?

Dua sumber saja: yang Anda terima dari perusahaan saat berhenti, dan hasil setoran rutin dari Langkah 2. Kita lihat yang pertama dulu — sendirian, tanpa bantuan apa pun.

Pesangon, BPJS Ketenagakerjaan, dan DPLK

Tiga pos, karena ketiganya tumbuh dengan cara yang berbeda. Semuanya diisi dengan pertanyaan yang sama: kalau Anda berhenti hari ini, berapa yang Anda terima?

PosPesangon Termasuk penghargaan masa kerja
Kalau berhenti hari ini
Rp
Tumbuh
%/thn
Di hari pensiun
PosBPJS Ketenagakerjaan — JHT Hanya JHT. Jaminan Pensiun (JP) dibayar bulanan seumur hidup, bukan sekaligus.
Saldo hari ini
Rp
Tumbuh
%/thn
Di hari pensiun
PosDPLK Dana pensiun lembaga keuangan
Saldo hari ini
Rp
Tumbuh
%/thn
Di hari pensiun
Kenapa tiga angka pertumbuhan, bukan satu. Pesangon naik karena gaji Anda naik — pengalinya sudah mentok masa kerja, jadi yang tersisa hanya kenaikan gaji. JHT tidak ikut gaji sama sekali: yang tumbuh adalah saldonya, dengan imbal hasil yang menurut aturan minimal setara rata-rata bunga deposito bank pemerintah. DPLK tumbuh mengikuti paket investasi yang Anda pilih. Yang dihitung hanya saldo yang sudah ada; iuran yang masih akan disetor sampai pensiun tidak ikut, jadi angka JHT dan DPLK di sini cenderung lebih kecil daripada kenyataannya nanti.
Ketiganya di hari Anda pensiun
 
Isi angkanya, lalu kita berhenti sebentar di sini.

Rencana pemakaian dana

Hampir tidak ada yang membawa seluruh pesangonnya masuk ke dana pensiun. Selalu ada yang dipakai lebih dulu — dan itu wajar. Yang tidak wajar adalah tidak menghitungnya. Isi dalam rupiah hari ini; lembar ini yang menumbuhkannya sampai hari pensiun.

Total rencana pemakaian
Dalam rupiah hari ini
Nilainya di hari pensiun
 

Sisanya untuk pensiun, ditambah hasil setoran rutin dari Langkah 2

Dari perusahaan
Dipakai lebih dulu
Dari setoran rutin Anda sendiri
Total dana pensiun Anda
 
 
Langkah 4 dari 6

Aset Investasi

Angka di Langkah 3 tadi hanya menghitung uang dari perusahaan dan setoran rutin Anda. Aset investasi bekerja dengan dua cara: ada yang dicairkan jadi dana, ada yang menghasilkan tiap bulan. Keduanya diisi di sini, tapi hitungannya berbeda.

Aset investasi — kalau ada

Hanya aset investasi: bukan aset tunai, bukan aset pribadi. Kosongkan bila tidak ada.

Sudah mengisi neraca di langkah pembuka? Ketujuh baris harta investasi di sana disalin ke tujuh baris di bawah, satu lawan satu. Nilainya tetap bisa Anda ubah sesudahnya, begitu juga imbal hasilnya.
Total aset investasi saat pensiun
 

Sumber penghasilan bulanan saat pensiun

Isi dalam rupiah hari ini. Centang "naik ikut inflasi" hanya bila nilainya memang menyesuaikan — sewa biasanya naik, manfaat pensiun berupa anuitas tetap biasanya tidak. Kolom sampai usia terisi otomatis sampai usia harapan hidup — ubah bila sumbernya memang berhenti lebih awal, misalnya anuitas yang hanya dibayar 10 tahun.

Penghasilan bulanan Anda setara modal
 
Properti investasi: pilih satu. Kalau akan disewakan, masukkan sewanya di sini dan jangan masukkan nilai jualnya di Langkah 3. Kalau akan dijual, sebaliknya. Memasukkan keduanya berarti menghitung satu properti dua kali.
Langkah 5 dari 6

Hasilnya

Angka di bawah bukan ramalan. Ia hanya jarak antara apa yang Anda butuhkan dan apa yang sedang Anda siapkan — dengan asumsi yang Anda sendiri isi di Langkah 1.

Kebutuhan saat pensiun
Setelah dikurangi penghasilan bulanan
Dana yang akan tersedia
Nilai di hari pensiun
Kekurangan
 

Dana tersedia itu datang dari mana

Kalau ada pos yang Anda isi tapi angkanya "—" di sini, berarti ada yang belum masuk hitungan.

Pesangon dkk
Dipakai lebih dulu
Setoran rutin
Aset investasi
Setara modal penghasilan bulanan
 

Bunga dananya ke mana?

Pertanyaan yang hampir selalu muncul: kalau dananya ditaruh di instrumen berimbal hasil, bukankah bunganya bisa dipakai untuk biaya hidup? Bisa — dan memang sudah dipakai. Bunga itu bukan uang tambahan di luar hitungan; ia yang membuat modal awalnya jauh lebih kecil daripada total yang akan Anda tarik.

Modal yang disiapkan
Di hari pensiun
Total ditarik selama pensiun
 
Ditanggung hasil investasi
 
 

Menutup kekurangannya

Kekurangan di atas tidak berubah. Yang berubah adalah berapa berat menutupnya — dan itu tergantung instrumen yang Anda pakai selama 6 tahun ke depan. Tekan salah satu, lihat angkanya bergerak.

%/thn
Makin tinggi angkanya, makin ringan setorannya — dan makin besar kemungkinan hasilnya tidak seperti yang tertulis. Dengan sisa waktu 6 tahun, instrumen yang berfluktuasi tidak punya cukup waktu untuk pulih bila jatuh di tahun terakhir.
Perlu ditambah tiap bulan
Atau tiap tahun
Atau sekaligus hari ini
Sampai usia berapa dana Anda bertahan?
Usia pensiunUsia harapan hidup

Sisa dana dari tahun ke tahun

Garis ini menggambarkan masa pensiun saja — masa mengumpulkan sengaja tidak digambar, karena angka setoran di atas adalah jarak yang harus ditutup, bukan rencana yang sudah pasti terjadi.

UsiaBiaya hidup/blnPenghasilan/blnDitarik setahunSisa dana
Langkah 6 dari 6

Lalu saya mau apa

Angka di Langkah 5 hanya berguna kalau berubah jadi keputusan. Tiap pilihan punya konsekuensinya sendiri — dan salah satunya punya konsekuensi yang paling sering menghabiskan pesangon.

Dana darurat dulu, sebelum apa pun

Ini yang dipisahkan lebih dulu dan tidak boleh disentuh. Patokannya 12 kali biaya hidup bulanan saat pensiun. Modal usaha dan dana darurat tidak boleh datang dari kantong yang sama.

Rp
Terisi otomatis 12 × biaya hidup bulanan (). Boleh diubah.
Modal tersedia sesudah dana darurat
 

Setelah pensiun, saya memilih

Boleh lebih dari satu. Konsekuensinya muncul begitu dipilih.

Tiga langkah pertama saya, dan kapan

Tanda tangan peserta
Andreas Hartono, CFP
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan