Isi enam angka di bawah. Hasilnya bukan sekadar target — Anda juga akan melihat berapa lama dana itu sanggup menghidupi Anda, bulan demi bulan.
Semua bisa diubah. Nilai awal hanya contoh.
Isi imbal hasil apa adanya — inflasi tidak perlu Anda kurangi sendiri, rumusnya sudah memotongnya. Yang perlu dikurangi hanya pajak: deposito 5% bruto ≈ 4% neto.
Dana yang sudah ada sekarang
Saldo hari ini, ditumbuhkan sampai usia pensiun. Tiap pos boleh punya asumsi pertumbuhannya sendiri.
Dana yang diterima saat pensiun
Tidak ditumbuhkan — nilainya sudah dalam rupiah tahun pensiun.
Kebutuhan dana di usia pensiun
—
Perlu Anda sisihkan mulai bulan ini
—
Berapa lama dana yang sudah ada sanggup menutup biaya hidup Anda.
Dana yang sudah ada Pesangon Belum ada penutupnya
| Usia | Biaya hidup ditarik | Imbal hasil sisa dana | Saldo tersisa |
|---|
Cara membaca hasil ini. Semua angka adalah perkiraan, bukan janji, dan bukan nasihat keuangan. Hitungan memakai satu tingkat inflasi dan satu tingkat imbal hasil yang tetap sepanjang tahun — kenyataannya keduanya naik-turun, dan makin tinggi imbal hasil yang Anda pilih, makin besar kemungkinan hasil setahun tertentu meleset jauh dari rata-ratanya. Biaya hidup dianggap naik mengikuti inflasi setiap tahun, dan dana ditarik di awal bulan. Imbal hasil diisi bersih setelah pajak, karena bunga deposito dipotong pajak final 20%. Pesangon dan DPLK juga dikenai PPh 21 final, jadi isi angka bersihnya. Seluruh hitungan berjalan di perangkat Anda — tidak ada angka yang dikirim atau disimpan di situs ini.
Di kelas Persiapan Pensiun, karyawan tidak berhenti di angka kebutuhan. Mereka memetakan harta yang sudah ada, menghitung kesiapannya sendiri, dan menyusun rencana yang bisa dijalankan sejak besok. Kalau perusahaan Anda punya karyawan yang mendekati masa purnabakti, ini yang biasanya paling mereka butuhkan.