Isi enam angka di bawah. Hasilnya bukan sekadar target —
Anda juga akan melihat berapa lama dana itu sanggup menghidupi Anda, bulan demi bulan.
Angka Anda
Semua bisa diubah. Nilai awal hanya contoh.
tahun
tahun
tahun
Rp
%
%
Isi imbal hasil apa adanya — inflasi tidak perlu Anda kurangi sendiri,
rumusnya sudah memotongnya. Yang perlu dikurangi hanya pajak:
deposito 3,75% bruto ≈ 3% neto.
Dana yang sudah ada sekarang
Semuanya diisi dengan nilai hari ini, lalu ditumbuhkan sampai
usia pensiun. Angka pertumbuhannya berbeda-beda karena mesinnya memang berbeda:
saldo tumbuh mengikuti imbal hasil, pesangon mengikuti kenaikan gaji. Iuran yang
masih akan disetor sampai pensiun tidak ikut dihitung.
Tumbuh
Rp
%
Tumbuh
Rp
%
Tumbuh
Rp
%
Tumbuh
Rp
%
Kebutuhan dana di usia pensiun
—
Perlu Anda sisihkan mulai bulan ini
—
%
Kalau disetor setahun sekali—
Kalau disiapkan sekaligus hari ini—
Pesangon —
JHT —
DPLK —
Tabungan & investasi —
Total tersedia saat pensiun—
Masih kurang—
Uang pensiun itu bukan jumlah. Itu durasi.
Berapa lama dana yang sudah ada sanggup menutup biaya hidup Anda.
Dana yang sudah adaPesangonBelum ada penutupnya
Ke mana dana pensiun itu habis
Usia
Biaya hidup ditarik
Imbal hasil sisa dana
Saldo tersisa
Cara membaca hasil ini. Semua angka adalah perkiraan, bukan janji, dan bukan nasihat
keuangan. Hitungan memakai satu tingkat inflasi dan satu tingkat imbal hasil yang tetap
sepanjang tahun — kenyataannya keduanya naik-turun, dan makin tinggi imbal hasil yang
Anda pilih, makin besar kemungkinan hasil setahun tertentu meleset jauh dari rata-ratanya.
Biaya hidup dianggap naik mengikuti inflasi setiap tahun, dan dana
ditarik di awal bulan. Imbal hasil diisi bersih setelah pajak, karena bunga deposito dipotong
pajak final 20%.
Seluruh hitungan berjalan di perangkat Anda — tidak ada angka yang dikirim atau
disimpan di situs ini. Ilustrasi, bukan janji hasil. Imbal hasil investasi tidak pernah tetap
dan bisa negatif.